Selasa, 16 Juni 2015

Bagaimana Cara Menghargai Waktu

Kali ini gue mau bahas bagaimana caranya menghargai waktu.
Sedikit serius tentang bahasan ini, tapi santai aja ehehe.



Kembali mengunjungi momen-momen dan bertemu dengan orang yang paling dirindukan dan memperbaiki kesalahan yang pernah diperbuat. Seandainya aja waktu bisa diulang, pasti semua orang ingin mengulang waktu.

Barangkali di masa depan nanti akan ada penemu mesin waktu seperti di film-film yang pernah kita tonton. Tapi, apakah di masa depan nanti kita masih ada? Apakah kita punya kesempatan untuk mencobanya? Belum tentu, nggak ada jaminan untuk itu. Maka, dengan realita yang memang nggak bisa diubah, kenapa kita nggak menggunakan waktu dan kesempatan yang ada sebelum semuanya terlambat?


Daripada berangan-angan tentang hal yang tak pasti, bagaimana jika kita mulai menghargai waktu saja? Seperti di film The Fault in Our Stars, betapa membahagiakannya jika Hazel dan August diberikan keajaiban sembuh dari penyakit yang dideritanya untuk menikmati kebersamaan hingga tua. Betapa Hazel bersyukur mempunyai waktu yang sebentar, sebelum akhirnya August pergi selamanya.


Bagi kalian yang telah menonton film The Fault in Our Strars pasti akan mengerti, bahwa waktu itu sangatlah berharga.


Masihkah kita membuang-buang waktu sendiri dan menyia-nyiakan waktu seseorang?
Masihkah kita menganggap remeh masid ada detik berikutnya dan esok hari meskipun kita tau, belum tentu ada.


Lalu, bagaimana cara menghargai waktu? Dari hal-hal kecil yang sering disepelekan, menghargai itu mudah.




1. Datang tepat waktu.

   Kebiasaan buruk hampir dari setiap kita adalah datang terlambat saat janjian bertemu. Padahal, kalau kita datang tepat waktu, kita menghargai diri sendiri dan orang yang akan kita temui. Orang yang akan kite temui pun merasa dirinya dihargai dan dianggap penting.

Seperti halnya ketemuan sama temen, sahabat, atau pacar. Kalau kamu datangnya terlambat dari waktu yang udah dijanjiin, jelas, itu membuang waktu, percuma yang seharunya bisa dinikmati buat quality time.


2. Memaafkan masa lalu.

  Nggak sedikit orang yang berlarut-larut terjebak pada masa lalunya, seperti ketika kehilangan seseorang yang paling kita sayangin. Padahal dengan berlarut-larut meratapi, berdiam, dan menyalahkan diri sendiri, masa lalu gak akan pernah bisa diubah. Seseorang itu pun gak akan kembali, dan itu jelas banget, buang-buang waktu. Dan kamu pun gak pernah tau kalau ada orang lain yang nunggu kamu untuk bangkit dan tersenyum, lalu menyadari kehadirannya.

Kenapa nggak move on dan memaafkan segalanya? Dengan begitu hidup akan terasa lega dan tenang, setelah itu pelan-pelan mencoba membukan pintu hari untuk cinta yang baru. Bukan hal mudah memang bangkit dari masal lalu, tapi nggak mudah bukan berarti gak bisa. Semua tentang kemauan dan niat, bila keduanya sudah bulat, itu akan mempermudah proses kamu.

Memaafkan masa lalu adalah proses mengawali masa depan dengan harapan yang lebih baik.